Langsung ke konten utama

Postingan

Surat untukmu.

Selamat siang kamu yang kurindukan.
Sudah hampir 3 tahun kita bersama ya? tapi semua kini telah berbeda layak layunya mawar yang kau berikan seperti mengajakku bertengkar pada malam itu. Apa kabar kamu? sudah pasti baik-baik saja kan setelah 2 minggu kita tak saling berkomunikasi. Gerimis yang mengundang rindu kini sudah tak ada lagi, kini gerimis hanya membuat memoriku terputar kembali saat bersamamu.

Bagaimana kamu dengan wanita yang kau impikan? semoga dia selalu dapat membahagiakanmu ya, tak seperti aku yang slalu membuatmu kesal. Maafkan aku yang tak lagi bisa bersabar menghadapimu, namun percayalah aku menghindarimu bukan karena aku bertemu dengan pangeran berkuda putih.

Aku sekarang disini tidak baik-baik saja, Aku belum dapat membiasakan ketika tak ada lagi pesan masuk darimu yang membawelkanku. Oh ya, ada beberapa pangeran berkuda yang menghampiriku namun tak ada yang sepertimu. Akupun tak menerima ajakan berkelana pangeran-pangeran berkuda tersebut. Kini tugas negaraku suda…

Masih denganmu.

Hallo keyboard di malam hari jemariku kini bertemu kembali denganmu setelah sekian lamanya kamu tak tersentuh lembut oleh jemariku. Masih dengan subjek yang sama, si pemilik senyum. tak terasa aku dengannya sudah melewati 1 tahun lebih bersama. semua terasa seperti langit kadang bersinar cerah kadang hadirnya lengkungan warna pelangi yang indah kadang pula hujan deras bahkan tak jarang kilat petir yang mengagetkanku. Tapi ada satu yang tak dapat berubah sampai saat ini, yaitu perasaan ini. Ya lebih tepatnya perasaanku bukan perasaannya. semakin hari semakin terlihat si pemilik senyum manis makin memperihatkan bahwa aku bukan satu-satunya pemilik senyum manisnya. ya dari awal aku tahu banyak yang menikmati senyum manisnya tetapi 'dulu' dia selalu menenangkanku bahwa meskipun banyak penikmat senyum manisnya tetapi hanya aku pemilik senyum manisnya. 
Perbedaan yang slalu kita bangga-banggakan karna membuat semua terlihat indah dan berwarna kini tak lagi sama, perbedaan kini memb…

Masa lalumu datang kembali

Kita semakin dekat, aku semakin yakin padamu. Puluhan untaian kata dan perhatian kecilmu slalu kudapatkan setiap hari. Saat itu, aku mendapat kabar kamu dan dia bertemu lagi dan membahas kenangan kalian.
Kala itu juga aku mencoba menjauh darimu karna aku tahu kamu dan dia masih mempunyai perasaan yg sama. Lalu apa arti perhatian kecilmu untukku selama ini?
3 hari aku dan kamu saling tidak memberi kabar semenjak aku mengatakan aku tahu semua, aku tahu kamu dibelakangku membahas kembali kenangan yg sangat ingin diulang. Saat aku benar2 bisa melupakanmu, kamu datang kembali padaku. Awalnya aku tak ada pikiran sama sekali untuk menggubris pesanmu, tapi entah kenapa jemari ku tak dapat menahan rasa rindu yg dirasakan hatiku sehingga jemariku menekan keypad-keypad yg imut di handphone ku.
Aku memberi kesempatan kedua untukmu, karna aku tahu semua orang mebutuhkan kesempatan kedua. Dan kita pun semakin dekat, perhatian-perhatianmu yg kurindukan memenuhi kotak masukku lagi, canda tawamu yg m…

Si pemilik senyum

Hari ini kita dipertemukan kembali. Bukan kita, tapi aku dan kamu lebih tepatnya mata aku dan kamu. Mata kita saling bertemu,tapi diri kita sendiri yg membuat seakan-akan mata kita tak saling bertemu. Kamu membuang pandanganmu, begitupun aku membuang pandanganku.
Sejak saat itu, saat dimana perhatian manismu tidak memenuhi whatsappku lagi. Saat dimana tak ada lagi yg kutunggu kabarnya.
Jujur, aku merindukan itu semua. Terutama aku merindukan saat dimana perkenalan kita yg konyol di jejaring sosial twitter. Aku sangat merindukan saat kamu memintaku menontonmu bertanding, aku merindukan senyummu yg mengembang saat aku menyemangatimu bertanding, aku merindukan saat kamu mengubah percakapan kita dari 'gue-lo' menjadi 'gue-situ' lalu menjadi 'aku-kamu', aku merindukan saat kamu membuat nama panggilan untukku, aku merindukan saat kamu menulis nama panggilanku dan namaku di status jejaring sosial. Aku merindukan semua itu, aku sangat merindukanmu si pemilik senyum ma…

Permainanmu

Ketika pesan singkatnya sering hadir dalam inbox ku, saat itu pula aku mulai jatuh cinta padanya.
Mungkin aku memang salah, mencintai seseorang yang jelas-jelas sudah dimiliki orang lain. Tapi walaupun ku mencintainya, tidak ada niat sedikit pun aku ingin menghancurkan hubungan mereka.

Waktu demi waktu, perhatian kecil dia terus menemani hari-hariku. Dan saat itu pula dia dan perempuan itu bertengkar hebat, pertengkaran itu telah sampai diujung perpisahan. Sejak mereka berpisah, namaku sering disebut bahkan dijelek-jelekan di dunia maya oleh perempuan itu. Dan aku slalu bertanya dengan dia "apakah aku penyebab kalian berpisah?" jawaban dia selalu "bukan, aku putus memang karna sudah tidak cocok." kata-kata itu yang slalu ku ingat ketika namaku disebut(lagi) oleh perempuan itu di dunia maya.

Seminggu tlah berlalu, aku semakin dekat dengannya, aku slalu mendapatkan pesan singkat darinya yang dapat membuat ku tersenyum. Tapi saat itu pula, namaku makin dijelek-jeleka…

Laki-laki bertubuh jangkung

Kamu. Yang slalu kuperhatikan diam-diam, yang setiap putaran jarum jam kurindukan. Laki-laki bertubuh jangkung yang sempat hadir dalam hidupku, dan terjebak dalam fikiranku.
Apa kabarmu? apakah kamu juga merasakan rindu yang dahsyat kepadaku? Oh, pasti tidak mungkin. Karna sekarang kamu tlah bersama dia, dia yang menempati posisiku (seharusnya).
Aku sangat merindukanmu, aku merindukan lelucon garingmu yang memaksa bibir ini tersenyum untuk sekedar menghargaimu, aku merindukan tingkah konyolmu yang dapat membuatku tertawa lepas walaupun itu bisa mempermalukan dirimu sendiri, aku merindukan jemarimu yang setiap bertemu denganku kamu mencubit pipiku yang tak berdosa ini, aku sangat merindukan semua tentangmu! Semoga kamu tahu tentang kerinduanku yang begitu dahsyat padamu, tanpa harus ku bicarakan.

Dari yang merindukanmu.
Aku perempuan yang namanya ditulis disamping namamu di bebatuan.